Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, resmi tiba di Johannesburg untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2025. Kedatangannya disambut meriah dengan tarian lokal Pantsula dan sambutan resmi dari pejabat Afrika Selatan.
BACA JUGA:
PSI Sebut Jokowi Tidak Dihargai di Partai Lamanya
Gibran bersama rombongan terbatas mendarat di Bandar Udara Internasional O.R. Tambo sekitar pukul 15.15 waktu setempat, setelah perjalanan udara sekitar 10 jam 50 menit.
Tak hanya itu, kehadirannya dimeriahkan oleh pertunjukan tarian Pantsula, tari jalanan khas Afrika Selatan yang enerjik dan penuh semangat.
Penugasan Khusus dari Presiden
Kehadiran Gibran di G20 bukan tanpa makna: dia mewakili Presiden Prabowo Subianto, yang berhalangan hadir. Wakil Presiden Republik Indonesia Di forum ini, Gibran akan menyampaikan pidato mewakili Indonesia, menegaskan posisi negeri dalam isu-isu prioritas global.
Sambutan di KTT: Bertemu Presiden Afrika Selatan
Momen tersebut mencerminkan kehormatan tinggi dan kerja sama diplomatik antara Indonesia dan negara tuan rumah G20. Kedua pemimpin pun melakukan jabat tangan dan berfoto bersama sebelum Gibran memasuki auditorium utama.
Pidato Perdana di Forum Global
Ia akan berbicara pada sesi pertama, mengambil giliran ke-13 setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Agenda KTT G20 kali ini mencakup isu-isu besar seperti:
-
Ekonomi berkelanjutan — peran perdagangan dan sistem keuangan global untuk pembangunan, serta utang negara berkembang.
-
Pembangunan dunia tangguh (resilience) — termasuk perubahan iklim, kebencanaan, dan transisi energi berkeadilan.
-
Pekerjaan layak & tata kelola AI — isu pekerjaan masa depan dan pengaturan kecerdasan buatan.
-
Mineral kritis — aspek ini menjadi salah satu fokus usulan Indonesia untuk pembahasan G20.
Komitmen Indonesia di Panggung Global
Dengan menugaskan Gibran sebagai perwakilan Presiden, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap pemulihan ekonomi global dan penguatan kerja sama internasional.
Kehadiran di KTT G20 juga menjadi momentum strategis untuk menyuarakan kepentingan Indonesia dalam isu-isu penting seperti energi, utang negara berkembang, serta transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Dampak Diplomasi dan Relevansi KTT G20
KTT G20 2025 di Johannesburg menjadi sangat signifikan karena ini adalah pertama kalinya negara Afrika menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi ini.
Dalam konteks global, forum ini semakin relevan untuk membahas tantangan pembangunan, kesenjangan global, dan perubahan iklim.
Melalui pidatonya, Gibran berpotensi memperkuat suara Indonesia di forum internasional sekaligus memperkuat kerja sama bilateral dengan berbagai negara, terutama negara-negara Global South.
Kesimpulan
Kedatangan Wapres Gibran Rakabuming Raka di G20 Johannesburg menunjukkan peran aktif Indonesia di panggung global.






