Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akhirnya angkat bicara terkait peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (8/11/2025) pagi. Ledakan tersebut mengakibatkan 54 orang menjadi korban, terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah.
Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan laut(AL), Laksamana Awal( Laksma) Julius Widjojono, menarangkan kalau ledakan diprediksi berasal dari bahan peledak sisa latihan yang tidak terencana terbawa ke area sekolah .
Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama kepolisian untuk memastikan sumber ledakan secara akurat.
“Kami turut prihatin atas insiden ini dan tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut,” ujar Laksma Julius dalam keterangan resmi, Jumat (8/11).
BACA BERITA SEBELUMNYA :
Erick Thohir Targetkan Indonesia ke Piala Dunia 2030
Kronologi Kejadian
Ledakan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, saat sejumlah siswa sedang mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer dan menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar sekolah.
TNI AL Pastikan Investigasi Transparan
TNI AL menegaskan akan membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik. Julius menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada kelalaian prosedur dalam penyimpanan atau pengangkutan bahan latihan.
“Kami akan menindak tegas jika ditemukan unsur kelalaian dari personel TNI AL. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” tegasnya.
Respons Pemerintah dan Kepolisian
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah mengirimkan tim untuk mendampingi para korban dan pihak sekolah. Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur menyebut bahwa tim laboratorium forensik tengah mengumpulkan sisa bahan ledakan untuk analisis lebih lanjut.
Hingga saat ini, area sekitar sekolah masih disterilkan dan kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara demi keamanan.
Dukungan untuk Korban
Berbagai pihak menyampaikan dukacita dan empati atas peristiwa ini. TNI AL juga berkomitmen membantu korban dan keluarga yang terdampak, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan.






