Juventus kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 di laga Serie A pekan ini.
Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk mereka menjadi enam laga tanpa kemenangan — lima kali seri dan satu kekalahan.
Situasi ini membuat pelatih Igor Tudor mulai kehilangan kesabaran dan menuntut “kejujuran intelektual” dari para pemainnya.
Dalam konferensi pers seusai laga, Tudor mengatakan bahwa timnya tidak boleh terus bersembunyi di balik alasan.
“Kami harus jujur menilai diri sendiri. Hasil seperti ini bukan karena nasib buruk, tapi karena kami kurang tajam dan tidak cukup lapar untuk menang,” ujarnya, dikutip dari Football-Italia.
Juventus Kehilangan Identitas Permainan
Sejak awal musim, Juventus tampil tidak konsisten.
Meski masih solid di lini belakang, serangan mereka kerap buntu dan minim kreativitas.
Pemain seperti Dusan Vlahovic dan Federico Chiesa belum tampil maksimal, sementara lini tengah sering kalah duel di area vital.
Dalam enam laga terakhir, Bianconeri hanya mencetak tiga gol dan kebobolan lima.
Tudor pun mengakui timnya perlu perubahan besar, baik dari sisi taktik maupun mental.
“Kami harus menemukan kembali DNA Juventus — tim yang haus kemenangan dan tidak pernah puas dengan hasil imbang,” tambahnya.
Tekanan untuk Manajemen dan Pemain Senior
Para pendukung Juventus mulai gerah dengan performa buruk ini.
Tagar #ForzaJuve dan #TudorOut bahkan sempat trending di media sosial Italia.
Beberapa media lokal menyebut direksi klub mulai menyiapkan rencana darurat jika tren negatif berlanjut.
Kesimpulan
Krisis hasil ini menjadi peringatan keras bagi Juventus.
Tim besar seperti Bianconeri dituntut untuk segera bangkit dan menunjukkan karakter sejati mereka.
Igor Tudor kini berada di bawah sorotan tajam — apakah ia mampu membawa Juventus kembali ke jalur kemenangan?





